BRMP Biogen Jadi Tuan Rumah FGS Penguatan Perlindungab SDGP
BOGOR – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) menjadi lokasi pelaksanaan Focus Group for Solution (FGS) bertema “Penguatan Kebijakan dan Potensi Pembiayaan dalam Perlindungan Sumber Daya Genetik Pertanian”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, secara hybrid di Ruang Rapat Dioscorea, BRMP Biogen, Bogor.
FGS diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, khususnya perlindungan sumber daya genetik (SDG) komoditas pertanian dalam mendukung pengembangan sistem budi daya pertanian berkelanjutan.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan memiliki sumber daya genetik bernilai strategis bagi ketahanan pangan, pertanian, kesehatan, dan industri. Namun, pengelolaan, konservasi, serta pemanfaatannya secara berkelanjutan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain integrasi kebijakan, kapasitas kelembagaan, dan ketersediaan informasi terkait akses terhadap materi genetik.
Melalui kegiatan ini, Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Pertanian menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan mengenai kebijakan perlindungan SDG pertanian, potensi pembiayaan, serta penerapan mekanisme Access and Benefit Sharing (ABS) dalam pengelolaan sumber daya genetik pertanian.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari Proyek GEF-7 Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI). Proyek ini bertujuan memperkuat konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman tanaman dengan fokus pada delapan komoditas, yaitu padi, talas, uwi, pala, cengkeh, kayu manis, lada, dan temulawak di tiga provinsi intervensi, yakni Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Maluku Utara.
Acara ini diikuti oleh perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, mitra pembangunan, akademisi, pakar, peneliti, pelaku usaha, serta perwakilan masyarakat. Ada dua agenda utama yang menjadi pembahasan di FGS, yakni mekanisme ABS dalam SDG pertanian dan mekanisme pembiayaan untuk mendukung konservasi serta pemanfaatan SDG secara berkelanjutan.
Pada sesi mekanisme ABS, peserta membahas temuan awal mengenai kebijakan, kelembagaan, dan regulasi pelaksanaan ABS, termasuk pemetaan peran, mandat, dan tanggung jawab antarkementerian/lembaga. Sementara pada sesi pembiayaan, pembahasan mencakup telaah regulasi, keterlibatan sektor swasta dan komunitas adat/petani benih, serta peluang pembiayaan internasional dan blended finance.
Melalui forum ini, diharapkan diperoleh masukan dan kesepahaman multipihak sebagai bahan penguatan kebijakan perlindungan sumber daya genetik pertanian, sekaligus mengidentifikasi berbagai sumber dan mekanisme pembiayaan yang dapat mendukung konservasi dan pemanfaatan SDG pertanian secara berkelanjutan.